ayoo!!! buruan liat hasil editing video hasil saya sendiri...
https://www.youtube.com/watch?v=WB-wzbNHAxg
https://www.youtube.com/watch?v=rUKFFnjbSLU
salman alfarisi
muhammad salman alfarisi
Kamis, 03 Desember 2015
Rabu, 20 Mei 2015
Profil
NAME : M.SALMAN ALFARISI
TTL : 04 AGUSTUS 1996 AMUNTAI
JENJANG PENDIDIKAN : SDN MURUNG SARI 2 AMUNTAI
SMP 4 AMUNTAI
SMKN 1 AMUNTAI "multimedia
STMIK BANJARBARU ''14
LINE : salmanzotex
BBM : 54e3bbdb
IG : msalman_alfarisi
FB : https://www.facebook.com/risisiicwokzotex.nganga
TTL : 04 AGUSTUS 1996 AMUNTAI
JENJANG PENDIDIKAN : SDN MURUNG SARI 2 AMUNTAI
SMP 4 AMUNTAI
SMKN 1 AMUNTAI "multimedia
STMIK BANJARBARU ''14
LINE : salmanzotex
BBM : 54e3bbdb
IG : msalman_alfarisi
FB : https://www.facebook.com/risisiicwokzotex.nganga
Selasa, 19 Mei 2015
Senin, 18 Mei 2015
EMPAT ERA PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMPUTER
PENDAHULUAN
A. Latar belakang Masalah
Di
era globalisasi kemajuan teknologi informasi saat ini berkembang
dengan sangat pesat ditandai
dengan adanya globalisasi teknologi informasi
yang menyerbu keseluruh
pelosok dunia. Nyaris segala denyut perkembangan
manapun dunia ini bisa
diketahui lewat berbagai media massa yang
ada.Revolusi informasi dan
komunikasi zaman ini melahirkan peradaban baru
yaitu kehidupan yang tidak
dibatasi oleh waktu, begitupun halnya di dunia
perekonomian khususnya di
bidang akuntansi dimana perkembangan
teknologi informasi telah
banyak mengubah dan mempermudah sistem kerja
para karyawan di suatu
instansi atau perusahaan sehingga dapat meningkatkan
efisiensi dan efektifitas
kerja. Penelitian sistem informasiumumnya
memberikan perhatian utama
pada hubungan sistem informasi dengan kinerja
individual. Semakin maju
teknologi informasi,semakin banyak pengaruhnya
pada bidang akuntansi.
Kemajuan teknologi informaasi mempengaruhi
perkembangan Sistem
Informasi Akuntansi (SIA) dalam pemrosesan
data,pengendalian intern dan
peningkatan jumlah dan kualitas informasi dalam
pelaporan
keuangan.Perkembangan SIA berbasis komputer dalam
menghasilkan laporan
keuangan juga mempengaruhi proses audit, sehingga
memberikan peluang baru bagi
profesi akuntan. Kemajuan teknologi ini
ditandai adanya globalisasi
teknologi informasi yang menyerbu pelosok ke
seluruh dunia. Revolusi
informasi dan komunikasi zaman ini melahirkan
peradaban baru yaitu tidak
dibatasi oleh bidang akuntansi dimana
perkembangan teknologi
informasi telah banyak mengubah dan
mempermudah sistem kerja
para akuntan publik sehingga dapat meningkatkan
efesiensi dan efektifitas
kerja. Pengelolaan informasi yang
baik membutuhkan suatu
sistem yang melibatkan suatu pihak dalam
perusahaan untuk mengoptimalkan
sumber daya informasi yang dimilikinya
. Kebutuhan akan informasi
yang
cepat, andal dan akurat
dalam kondisi lingkungan yang penuh dengan
ketidakpastian mutlak
diperlukan. Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi jika
perusahaan melakukan
investasi dibidang teknologi informasi. Investasi di
bidang teknologi informasi
dalam suatu organisasi umumnya dimaksudkan
untuk memberikan kontribusi
terhadap kinerja individual anggota organisasi
dan institusi. Banyak
penelitian yang dilakukan untuk menguji efektifitas SI
dalam peningkatan kinerja.
menemukan bukti empiris
bahwa SI memberikan kontribusi positif pada
peningkatan kinerja dan
produktivitas perusahaan.
. Perkembangan
teknologi yang sangat
cepat,membuat setiap orang memperoleh informasi
yang sangat cepat, membuat
setiap orang ingin memperoleh informasi secepat
mungkin dan mengetahui
perkembangan teknologi informasi yag mampu
mendukung pemenuhan
kebutuhan informasinya. Hal tersebut mendorong
bagi para penyedia informasi
untuk mengembangkan dan meningkatkan
teknologi
informasinya.Dengan adanya perkembangan teknologi informasi.
Organisasi harus
mempersiapkan sumber daya manusia. Hal ini berkaitan
dengan perilaku yang ada
pada individu dalam organisasi yang bersangkutan
oleh karena itu,dituntut kesiapan
sumber daya manusia untuk menanggapi
perubahan, dari berbagai
faktor yang mempunyai pengaruh terhadap
pemanfaatan teknologi
informasi, aspek sikap pemakai merupakan faktor
penting yang memberi
kontribusi terhadap akseptasi teknologi.
EMPAT
ERA PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMPUTER
Tidak dapat
disangkal bahwa salah satu penyebab utama terjadinya era globalisasi
yang datangnya lebih cepat dari dugaan
semua pihak adalah karena perkembangan pesat
teknologi informasi. Implementasi
internet, electronic commerce, electronic data
interchange, virtual office,
telemedicine, intranet, dan lain sebagainya telah menerobos
batas-batas fisik antar negara.
Penggabungan antara teknologi komputer dengan
telekomunikasi telah menghasilkan suatu
revolusi di bidang sistem informasi. Data atau
informasi yang pada jaman dahulu harus
memakan waktu berhari-hari untuk diolah
sebelum dikirimkan ke sisi lain di
dunia, saat ini dapat dilakukan dalam hitungan detik.
hanya karena dipicu oleh perkembangan
teknologi komputer yang sedemikian pesat,
namun didukung pula oleh teori-teori
baru mengenai manajemen perusahaan modern.
Ahli-ahli manajemen dan organisasi
seperti Peter Drucker, Michael Hammer, Porter,
sangat mewarnai pandangan manajemen
terhadap teknologi informasi di era modern.
Oleh karena itu dapat dimengerti, bahwa
masih banyak perusahaan terutama di negara
berkembang (dunia ketiga), yang masih
sulit mengadaptasikan teori-teori baru mengenai
manajemen, organisasi, maupun teknologi
informasi karena masih melekatnya faktorfaktor
budaya lokal atau setempat yang
mempengaruhi behavior sumber daya manusianya.
Sehingga tidaklah heran jika masih
sering ditemui perusahaan dengan peralatan komputer
yang tercanggih, namun masih
dipergunakan sebagai alat-alat administratif yang notabene
merupakan era penggunaan komputer
pertama di dunia pada awal tahun 1960-an…
ERA
KOMPUTERISASI
Periode ini
dimulai sekitar tahun 1960-an ketika mini computer dan mainframe
diperkenalkan perusahaan seperti IBM ke
dunia industri. Kemampuan menghitung yang
sedemikian cepat menyebabkan banyak
sekali perusahaan yang memanfaatkannya untuk
keperluan pengolahan data (data
processing). Pemakaian komputer di masa ini ditujukan
untuk meningkatkan efisiensi, karena
terbukti untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu,
mempergunakan komputer jauh lebih
efisien (dari segi waktu dan biaya) dibandingkan
dengan mempekerjakan berpuluh-puluh SDM
untuk hal serupa. Pada era tersebut, belum
terlihat suasana kompetisi yang
sedemikian ketat. Jumlah perusahaan pun masih relatif
sedikit. Kebanyakan dari
perusahaan-perusahaan besar secara tidak langsung
“memonopoli pasar-pasar tertentu, karena
belum ada pesaing yang berarti. Hampir semua
perusahaan-perusahaan besar yang
bergerak di bidang infrastruktur (listrik dan
telekomunikasi) dan pertambangan pada
saat itu membeli perangkat komputer untuk
membantu kegiatan administrasinya
sehari-hari. Keperluan organisasi yang paling banyak
menyita waktu komputer pada saat itu
adalah untuk administrasi back office, terutama
yang berhubungan dengan akuntansi dan keuangan.
Di pihak lain, kemampuan mainframe
untuk melakukan perhitungan rumit juga
dimanfaatkan perusahaan untuk membantu
menyelesaikan problem-problem teknis
operasional, seperti simulasi-simulasi perhitungan
pada industri pertambangan dan
manufaktur.
ERA
TEKNOLOGI INFORMASI
Kemajuan
teknologi digital yang dipadu dengan telekomunikasi telah membawa
komputer memasuki masa-masa
“revolusi”-nya. Di awal tahun 1970-an, teknologi PC atau
Personal Computer mulai diperkenalkan
sebagai alternatif pengganti mini computer.
Dengan seperangkat komputer yang dapat
ditaruh di meja kerja (desktop), seorang
manajer atau teknisi dapat memperoleh
data atau informasi yang telah diolah oleh
komputer (dengan kecepatan yang hampir
sama dengan kecepatan mini computer, bahkan
mainframe). Kegunaan komputer di
perusahaan tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi,
namun lebih jauh untuk mendukung
terjadinya proses kerja yang lebih efektif. Tidak
seperti halnya pada era komputerisasi
dimana komputer hanya menjadi “milik pribadi”
Divisi EDP (Electronic Data Processing)
perusahaan, di era kedua ini setiap individu di
organisasi dapat memanfaatkan
kecanggihan komputer, seperti untuk mengolah database,
spreadsheet, maupun data processing
(end-user computing). Pemakaian komputer di
kalangan perusahaan semakin marak,
terutama didukung dengan alam kompetisi yang
telah berubah dari monompoli menjadi
pasar bebas. Secara tidak langsung, perusahaan
yang telah memanfaatkan teknologi
komputer sangat efisien dan efektif dibandingkan
perusahaan yang sebagian prosesnya masih
dikelola secara manual. Pada era inilah
komputer memasuki babak barunya, yaitu
sebagai suatu fasilitas yang dapat memberikan
keuntungan kompetitif bagi perusahaan,
terutama yang bergerak di bidang pelayanan atau
jasa.
Teori-teori manajemen organisasi modern
secara intensif mulai diperkenalkan di awal
tahun 1980-an. Salah satu teori yang
paling banyak dipelajari dan diterapkan adalah
mengenai manajemen perubahan (change
management). Hampir di semua kerangka teori
manajemen perubahan ditekankan
pentingnya teknologi informasi sebagai salah satu
komponen utama yang harus diperhatikan
oleh perusahaan yang ingin menang dalam
persaingan bisnis. Tidak seperti pada
kedua era sebelumnya yang lebih menekankan pada
unsur teknologi, pada era manajemen
perubahan ini yang lebih ditekankan adalah sistem
informasi, dimana komputer dan teknologi
informasi merupakan komponen dari sistem
tersebut. Kunci dari keberhasilan
perusahaan di era tahun 1980-an ini adalah penciptaan
dan penguasaan informasi secara cepat
dan akurat. Informasi di dalam perusahaan
dianalogikan sebagai darah dalam
peredaran darah manusia yang harus selalu mengalir
dengan teratur, cepat, terus-menerus, ke
tempat-tempat yang membutuhkannya (strategis).
Ditekankan oleh beberapa ahli manajemen,
bahwa perusahaan yang menguasai
informasilah yang memiliki keunggulan
kompetitif di dalam lingkungan makro “regulated
free market”. Di dalam periode ini,
perubahan secara filosofis dari perusahaan tradisional
ke perusahaan modern terletak pada bagaimana
manajemen melihat kunci kinerja
perusahaan. Organisasi tradisional
melihat struktur perusahaan sebagai kunci utama
pengukuran kinerja, sehingga semuanya
diukur secara hirarkis berdasarkan divisi-divisi
atau departemen. Dalam teori organisasi
modern, dimana persaingan bebas telah
menyebabkan customers harus
pandai-pandai memilih produk yang beragam di pasaran,
proses penciptaan produk atau pelayanan
(pemberian jasa) kepada pelanggan merupakan
kunci utama kinerja perusahaan. Keadaan
ini sering diasosiasikan dengan istilah-istilah
manajemen seperti “market driven” atau
“customer base company” yang pada intinya
sama, yaitu kinerja perusahaan akan
dinilai dari kepuasan para pelanggannya. Sangat jelas
dalam format kompetisi yang baru ini,
peranan komputer dan teknologi informasi, yang
digabungkan dengan komponen lain seperti
proses, prosedur, struktur organisasi, SDM,
budaya perusahaan, manajemen, dan
komponen terkait lainnya, dalam membentuk sistem
informasi yang baik, merupakan salah
satu kunci keberhasilan perusahaan secara strategis.
Tidak dapat disangkal lagi bahwa
kepuasan pelanggan terletak pada kualitas
pelayanan. Pada dasarnya, seorang
pelanggan dalam memilih produk atau jasa yang
dibutuhkannya, akan mencari perusahaan
yang menjual produk atau jasa tersebut: cheaper
(lebih murah), better (lebih baik), dan
faster (lebih cepat). Di sinilah peranan sistem
informasi sebagai komponen utama dalam
memberikan keunggulan kompetitif
perusahaan. Oleh karena itu, kunci dari
kinerja perusahaan adalah pada proses yang terjadi
baik di dalam perusahaan (back office)
maupun yang langsung bersinggungan dengan
pelanggan (front office). Dengan
memfokuskan diri pada penciptaan proses (business
process) yang efisien, efektif, dan
terkontrol dengan baiklah sebuah perusahaan akan
memiliki kinerja yang handal. Tidak
heran bahwa di era tahun 1980-an sampai dengan awal
tahun 1990-an terlihat banyak sekali
perusahaan yang melakukan BPR (Business Process
Reengineering), re-strukturisasi,
implementasi ISO-9000, implementasi TQM, instalasi dan
pemakaian sistem informasi korporat
(SAP, Oracle, BAAN), dan lain sebagainya. Utilisasi
teknologi informasi terlihat sangat
mendominasi dalam setiap program manajemen
perubahan yang dilakukan
perusahaan-perusahaan.
ERA
GLOBALISASI INFORMASI
Fenomena yang
terlihat adalah bahwa sejak
pertengahan tahun 1980-an, perkembangan
di bidang teknologi informasi (komputer dan
telekomunikasi) sedemikian pesatnya,
sehingga kalau digambarkan secara grafis, kemajuan
yang terjadi terlihat secara
eksponensial. Ketika sebuah seminar internasional mengenai
internet diselenggarakan di San
Fransisco pada tahun 1996, para praktisi teknologi
informasi yang dahulu bekerja sama dalam
penelitian untuk memperkenalkan internet ke
dunia industri pun secara jujur mengaku
bahwa mereka tidak pernah menduga
perkembangan internet akan menjadi
seperti ini. Ibaratnya mereka melihat bahwa yang
ditanam adalah benih pohon ajaib, yang
tiba-tiba membelah diri menjadi pohon raksasa
yang tinggi menjulang. Sulit untuk
ditemukan teori yang dapat menjelaskan semua
fenomena yang terjadi sejak awal tahun
1990-an ini, namun fakta yang terjadi dapat
disimpulkan sebagai berikut:
Tidak ada yang dapat menahan lajunya
perkembangan teknologi informasi.
Keberadaannya telah menghilangkan
garis-garis batas antar negara dalam hal flow of
information. Tidak ada negara yang mampu
untuk mencegah mengalirnya informasi dari
atau ke luar negara lain, karena batasan
antara negara tidak dikenal dalam virtual world of
computer. Penerapan teknologi seperti
LAN, WAN, GlobalNet, Intranet, Internet,
Ekstranet, semakin hari semakin merata
dan membudaya di masyarakat. Terbukti sangat
sulit untuk menentukan perangkat hukum
yang sesuai dan terbukti efektif untuk
menangkal segala hal yang berhubungan
dengan penciptaan dan aliran informasi.
Perusahaan-perusahaan pun sudah tidak
terikat pada batasan fisik lagi. Melalui virtual
world of computer, seseorang dapat
mencari pelanggan di seluruh lapisan masyarakat
dunia yang terhubung dengan jaringan
internet. Sulit untuk dihitung besarnya uang atau
investasi yang mengalir bebas melalui
jaringan internet. Transaksi-transaksi perdagangan
dapat dengan mudah dilakukan di
cyberspace melalui electronic transaction dengan
mempergunakan electronic money. Tidak
jarang perusahaan yang akhirnya harus
mendefinisikan kembali visi dan misi
bisnisnya, terutama yang bergelut di bidang
pemberian jasa. Kemudahan-kemudahan yang
ditawarkan perangkat canggih teknologi
informasi telah merubah mindset
manajemen perusahaan sehingga tidak jarang terjadi
perusahaan yang banting stir menggeluti
bidang lain. Bagi negara dunia ketiga atau yang
sedang berkembang, dilema mengenai
pemanfaatan teknologi informasi amat terasa. Di
suatu sisi banyak perusahaan yang belum
siap karena struktur budaya atau SDM-nya,
sementara di pihak lain investasi besar
harus dikeluarkan untuk membeli perangkat
teknologi informasi. Tidak memiliki
teknologi informasi, berarti tidak dapat bersaing
dengan perusahaan multi nasional
lainnya, alias harus gulung tikar.
Hal terakhir yang paling memusingkan
kepala manajemen adalah kenyataan bahwa
lingkungan bisnis yang ada pada saat ini
sedemikian seringnya berubah dan dinamis.
Perubahan yang terjadi tidak hanya
sebagai dampak kompetisi yang sedemikian ketat,
namun karena adanya faktor-faktor
external lain seperti politik (demokrasi), ekonomi
(krisis), sosial budaya (reformasi),
yang secara tidak langsung menghasilkan kebijakankebijakan
dan peraturan-peraturan baru yang harus
ditaati perusahaan. Secara operasional,
tentu saja fenomena ini sangat menyulitkan
para praktisi teknologi informasi dalam
menyusun sistemnya. Tidak jarang di
tengah-tengah konstruksi sistem informasi, terjadi
perubahan kebutuhan sehingga harus
diadakan analisa ulang terhadap sistem yang akan
dibangun. Dengan mencermati keadaan ini,
jelas terlihat kebutuhan baru akan teknologi
informasi yang cocok untuk perusahaan,
yaitu teknologi yang mampu adaptif terhadap
perubahan. Para praktisi negara maju
menjawab tantangan ini dengan menghasilkan
produk-produk aplikasi yang berbasis objek,
seperti OOP (Object Oriented
Programming), OODBMS (Object Oriented
Database Management System), Object
Technology, Distributed Object, dan lain
sebagainya.
PERUBAHAN POLA PIKIR SEBAGAI SYARAT
Dari keempat era
di atas, terlihat bagaimana alam kompetisi dan kemajuan teknologi
informasi sejak dipergunakannya komputer
dalam industri hingga saat ini terkait erat satu
dan lainnya. Memasuki abad informasi
berarti memasuki dunia dengan teknologi baru,
teknologi informasi. Mempergunakan
teknologi informasi seoptimum mungkin berarti
harus merubah mindset. Merubah mindset
merupakan hal yang teramat sulit untuk
Langganan:
Komentar (Atom)










































































































.jpg)