Senin, 18 Mei 2015

EMPAT ERA PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMPUTER




PENDAHULUAN
A. Latar belakang Masalah
Di era globalisasi kemajuan teknologi informasi saat ini berkembang
dengan sangat pesat ditandai dengan adanya globalisasi teknologi informasi
yang menyerbu keseluruh pelosok dunia. Nyaris segala denyut perkembangan
manapun dunia ini bisa diketahui lewat berbagai media massa yang
ada.Revolusi informasi dan komunikasi zaman ini melahirkan peradaban baru
yaitu kehidupan yang tidak dibatasi oleh waktu, begitupun halnya di dunia
perekonomian khususnya di bidang akuntansi dimana perkembangan
teknologi informasi telah banyak mengubah dan mempermudah sistem kerja
para karyawan di suatu instansi atau perusahaan sehingga dapat meningkatkan
efisiensi dan efektifitas kerja. Penelitian sistem informasiumumnya
memberikan perhatian utama pada hubungan sistem informasi dengan kinerja
individual. Semakin maju teknologi informasi,semakin banyak pengaruhnya
pada bidang akuntansi. Kemajuan teknologi informaasi mempengaruhi
perkembangan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) dalam pemrosesan
data,pengendalian intern dan peningkatan jumlah dan kualitas informasi dalam
pelaporan keuangan.Perkembangan SIA berbasis komputer dalam
menghasilkan laporan keuangan juga mempengaruhi proses audit, sehingga
memberikan peluang baru bagi profesi akuntan. Kemajuan teknologi ini
ditandai adanya globalisasi teknologi informasi yang menyerbu pelosok ke
seluruh dunia. Revolusi informasi dan komunikasi zaman ini melahirkan
peradaban baru yaitu tidak dibatasi oleh bidang akuntansi dimana
perkembangan teknologi informasi telah banyak mengubah dan
mempermudah sistem kerja para akuntan publik sehingga dapat meningkatkan
efesiensi dan efektifitas kerja. Pengelolaan informasi yang
baik membutuhkan suatu sistem yang melibatkan suatu pihak dalam
perusahaan untuk mengoptimalkan sumber daya informasi yang dimilikinya
. Kebutuhan akan informasi yang
cepat, andal dan akurat dalam kondisi lingkungan yang penuh dengan
ketidakpastian mutlak diperlukan. Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi jika
perusahaan melakukan investasi dibidang teknologi informasi. Investasi di
bidang teknologi informasi dalam suatu organisasi umumnya dimaksudkan
untuk memberikan kontribusi terhadap kinerja individual anggota organisasi
dan institusi. Banyak penelitian yang dilakukan untuk menguji efektifitas SI
dalam peningkatan kinerja.
menemukan bukti empiris bahwa SI memberikan kontribusi positif pada
peningkatan kinerja dan produktivitas perusahaan.
. Perkembangan
teknologi yang sangat cepat,membuat setiap orang memperoleh informasi
yang sangat cepat, membuat setiap orang ingin memperoleh informasi secepat
mungkin dan mengetahui perkembangan teknologi informasi yag mampu
mendukung pemenuhan kebutuhan informasinya. Hal tersebut mendorong
bagi para penyedia informasi untuk mengembangkan dan meningkatkan
teknologi informasinya.Dengan adanya perkembangan teknologi informasi.
Organisasi harus mempersiapkan sumber daya manusia. Hal ini berkaitan
dengan perilaku yang ada pada individu dalam organisasi yang bersangkutan
oleh karena itu,dituntut kesiapan sumber daya manusia untuk menanggapi
perubahan, dari berbagai faktor yang mempunyai pengaruh terhadap
pemanfaatan teknologi informasi, aspek sikap pemakai merupakan faktor
penting yang memberi kontribusi terhadap akseptasi teknologi.
EMPAT ERA PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMPUTER
Tidak dapat disangkal bahwa salah satu penyebab utama terjadinya era globalisasi
yang datangnya lebih cepat dari dugaan semua pihak adalah karena perkembangan pesat
teknologi informasi. Implementasi internet, electronic commerce, electronic data
interchange, virtual office, telemedicine, intranet, dan lain sebagainya telah menerobos
batas-batas fisik antar negara. Penggabungan antara teknologi komputer dengan
telekomunikasi telah menghasilkan suatu revolusi di bidang sistem informasi. Data atau
informasi yang pada jaman dahulu harus memakan waktu berhari-hari untuk diolah
sebelum dikirimkan ke sisi lain di dunia, saat ini dapat dilakukan dalam hitungan detik.
hanya karena dipicu oleh perkembangan teknologi komputer yang sedemikian pesat,
namun didukung pula oleh teori-teori baru mengenai manajemen perusahaan modern.
Ahli-ahli manajemen dan organisasi seperti Peter Drucker, Michael Hammer, Porter,
sangat mewarnai pandangan manajemen terhadap teknologi informasi di era modern.
Oleh karena itu dapat dimengerti, bahwa masih banyak perusahaan terutama di negara
berkembang (dunia ketiga), yang masih sulit mengadaptasikan teori-teori baru mengenai
manajemen, organisasi, maupun teknologi informasi karena masih melekatnya faktorfaktor
budaya lokal atau setempat yang mempengaruhi behavior sumber daya manusianya.
Sehingga tidaklah heran jika masih sering ditemui perusahaan dengan peralatan komputer
yang tercanggih, namun masih dipergunakan sebagai alat-alat administratif yang notabene
merupakan era penggunaan komputer pertama di dunia pada awal tahun 1960-an…



ERA KOMPUTERISASI
Periode ini dimulai sekitar tahun 1960-an ketika mini computer dan mainframe
diperkenalkan perusahaan seperti IBM ke dunia industri. Kemampuan menghitung yang
sedemikian cepat menyebabkan banyak sekali perusahaan yang memanfaatkannya untuk
keperluan pengolahan data (data processing). Pemakaian komputer di masa ini ditujukan
untuk meningkatkan efisiensi, karena terbukti untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu,
mempergunakan komputer jauh lebih efisien (dari segi waktu dan biaya) dibandingkan
dengan mempekerjakan berpuluh-puluh SDM untuk hal serupa. Pada era tersebut, belum
terlihat suasana kompetisi yang sedemikian ketat. Jumlah perusahaan pun masih relatif
sedikit. Kebanyakan dari perusahaan-perusahaan besar secara tidak langsung
“memonopoli pasar-pasar tertentu, karena belum ada pesaing yang berarti. Hampir semua
perusahaan-perusahaan besar yang bergerak di bidang infrastruktur (listrik dan
telekomunikasi) dan pertambangan pada saat itu membeli perangkat komputer untuk
membantu kegiatan administrasinya sehari-hari. Keperluan organisasi yang paling banyak
menyita waktu komputer pada saat itu adalah untuk administrasi back office, terutama
yang berhubungan dengan akuntansi dan keuangan. Di pihak lain, kemampuan mainframe
untuk melakukan perhitungan rumit juga dimanfaatkan perusahaan untuk membantu
menyelesaikan problem-problem teknis operasional, seperti simulasi-simulasi perhitungan
pada industri pertambangan dan manufaktur.
ERA TEKNOLOGI INFORMASI
Kemajuan teknologi digital yang dipadu dengan telekomunikasi telah membawa
komputer memasuki masa-masa “revolusi”-nya. Di awal tahun 1970-an, teknologi PC atau
Personal Computer mulai diperkenalkan sebagai alternatif pengganti mini computer.
Dengan seperangkat komputer yang dapat ditaruh di meja kerja (desktop), seorang
manajer atau teknisi dapat memperoleh data atau informasi yang telah diolah oleh
komputer (dengan kecepatan yang hampir sama dengan kecepatan mini computer, bahkan
mainframe). Kegunaan komputer di perusahaan tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi,
namun lebih jauh untuk mendukung terjadinya proses kerja yang lebih efektif. Tidak
seperti halnya pada era komputerisasi dimana komputer hanya menjadi “milik pribadi”
Divisi EDP (Electronic Data Processing) perusahaan, di era kedua ini setiap individu di
organisasi dapat memanfaatkan kecanggihan komputer, seperti untuk mengolah database,
spreadsheet, maupun data processing (end-user computing). Pemakaian komputer di
kalangan perusahaan semakin marak, terutama didukung dengan alam kompetisi yang
telah berubah dari monompoli menjadi pasar bebas. Secara tidak langsung, perusahaan
yang telah memanfaatkan teknologi komputer sangat efisien dan efektif dibandingkan
perusahaan yang sebagian prosesnya masih dikelola secara manual. Pada era inilah
komputer memasuki babak barunya, yaitu sebagai suatu fasilitas yang dapat memberikan
keuntungan kompetitif bagi perusahaan, terutama yang bergerak di bidang pelayanan atau
jasa.
Teori-teori manajemen organisasi modern secara intensif mulai diperkenalkan di awal
tahun 1980-an. Salah satu teori yang paling banyak dipelajari dan diterapkan adalah
mengenai manajemen perubahan (change management). Hampir di semua kerangka teori
manajemen perubahan ditekankan pentingnya teknologi informasi sebagai salah satu
komponen utama yang harus diperhatikan oleh perusahaan yang ingin menang dalam
persaingan bisnis. Tidak seperti pada kedua era sebelumnya yang lebih menekankan pada
unsur teknologi, pada era manajemen perubahan ini yang lebih ditekankan adalah sistem
informasi, dimana komputer dan teknologi informasi merupakan komponen dari sistem
tersebut. Kunci dari keberhasilan perusahaan di era tahun 1980-an ini adalah penciptaan
dan penguasaan informasi secara cepat dan akurat. Informasi di dalam perusahaan
dianalogikan sebagai darah dalam peredaran darah manusia yang harus selalu mengalir
dengan teratur, cepat, terus-menerus, ke tempat-tempat yang membutuhkannya (strategis).
Ditekankan oleh beberapa ahli manajemen, bahwa perusahaan yang menguasai
informasilah yang memiliki keunggulan kompetitif di dalam lingkungan makro “regulated
free market”. Di dalam periode ini, perubahan secara filosofis dari perusahaan tradisional
ke perusahaan modern terletak pada bagaimana manajemen melihat kunci kinerja
perusahaan. Organisasi tradisional melihat struktur perusahaan sebagai kunci utama
pengukuran kinerja, sehingga semuanya diukur secara hirarkis berdasarkan divisi-divisi
atau departemen. Dalam teori organisasi modern, dimana persaingan bebas telah
menyebabkan customers harus pandai-pandai memilih produk yang beragam di pasaran,
proses penciptaan produk atau pelayanan (pemberian jasa) kepada pelanggan merupakan
kunci utama kinerja perusahaan. Keadaan ini sering diasosiasikan dengan istilah-istilah
manajemen seperti “market driven” atau “customer base company” yang pada intinya
sama, yaitu kinerja perusahaan akan dinilai dari kepuasan para pelanggannya. Sangat jelas
dalam format kompetisi yang baru ini, peranan komputer dan teknologi informasi, yang
digabungkan dengan komponen lain seperti proses, prosedur, struktur organisasi, SDM,
budaya perusahaan, manajemen, dan komponen terkait lainnya, dalam membentuk sistem
informasi yang baik, merupakan salah satu kunci keberhasilan perusahaan secara strategis.
Tidak dapat disangkal lagi bahwa kepuasan pelanggan terletak pada kualitas
pelayanan. Pada dasarnya, seorang pelanggan dalam memilih produk atau jasa yang
dibutuhkannya, akan mencari perusahaan yang menjual produk atau jasa tersebut: cheaper
(lebih murah), better (lebih baik), dan faster (lebih cepat). Di sinilah peranan sistem
informasi sebagai komponen utama dalam memberikan keunggulan kompetitif
perusahaan. Oleh karena itu, kunci dari kinerja perusahaan adalah pada proses yang terjadi
baik di dalam perusahaan (back office) maupun yang langsung bersinggungan dengan
pelanggan (front office). Dengan memfokuskan diri pada penciptaan proses (business
process) yang efisien, efektif, dan terkontrol dengan baiklah sebuah perusahaan akan
memiliki kinerja yang handal. Tidak heran bahwa di era tahun 1980-an sampai dengan awal
tahun 1990-an terlihat banyak sekali perusahaan yang melakukan BPR (Business Process
Reengineering), re-strukturisasi, implementasi ISO-9000, implementasi TQM, instalasi dan
pemakaian sistem informasi korporat (SAP, Oracle, BAAN), dan lain sebagainya. Utilisasi
teknologi informasi terlihat sangat mendominasi dalam setiap program manajemen
perubahan yang dilakukan perusahaan-perusahaan.
ERA GLOBALISASI INFORMASI
Fenomena yang terlihat adalah bahwa sejak
pertengahan tahun 1980-an, perkembangan di bidang teknologi informasi (komputer dan
telekomunikasi) sedemikian pesatnya, sehingga kalau digambarkan secara grafis, kemajuan
yang terjadi terlihat secara eksponensial. Ketika sebuah seminar internasional mengenai
internet diselenggarakan di San Fransisco pada tahun 1996, para praktisi teknologi
informasi yang dahulu bekerja sama dalam penelitian untuk memperkenalkan internet ke
dunia industri pun secara jujur mengaku bahwa mereka tidak pernah menduga
perkembangan internet akan menjadi seperti ini. Ibaratnya mereka melihat bahwa yang
ditanam adalah benih pohon ajaib, yang tiba-tiba membelah diri menjadi pohon raksasa
yang tinggi menjulang. Sulit untuk ditemukan teori yang dapat menjelaskan semua
fenomena yang terjadi sejak awal tahun 1990-an ini, namun fakta yang terjadi dapat
disimpulkan sebagai berikut:
Tidak ada yang dapat menahan lajunya perkembangan teknologi informasi.
Keberadaannya telah menghilangkan garis-garis batas antar negara dalam hal flow of
information. Tidak ada negara yang mampu untuk mencegah mengalirnya informasi dari
atau ke luar negara lain, karena batasan antara negara tidak dikenal dalam virtual world of
computer. Penerapan teknologi seperti LAN, WAN, GlobalNet, Intranet, Internet,
Ekstranet, semakin hari semakin merata dan membudaya di masyarakat. Terbukti sangat
sulit untuk menentukan perangkat hukum yang sesuai dan terbukti efektif untuk
menangkal segala hal yang berhubungan dengan penciptaan dan aliran informasi.
Perusahaan-perusahaan pun sudah tidak terikat pada batasan fisik lagi. Melalui virtual
world of computer, seseorang dapat mencari pelanggan di seluruh lapisan masyarakat
dunia yang terhubung dengan jaringan internet. Sulit untuk dihitung besarnya uang atau
investasi yang mengalir bebas melalui jaringan internet. Transaksi-transaksi perdagangan
dapat dengan mudah dilakukan di cyberspace melalui electronic transaction dengan
mempergunakan electronic money. Tidak jarang perusahaan yang akhirnya harus
mendefinisikan kembali visi dan misi bisnisnya, terutama yang bergelut di bidang
pemberian jasa. Kemudahan-kemudahan yang ditawarkan perangkat canggih teknologi
informasi telah merubah mindset manajemen perusahaan sehingga tidak jarang terjadi
perusahaan yang banting stir menggeluti bidang lain. Bagi negara dunia ketiga atau yang
sedang berkembang, dilema mengenai pemanfaatan teknologi informasi amat terasa. Di
suatu sisi banyak perusahaan yang belum siap karena struktur budaya atau SDM-nya,
sementara di pihak lain investasi besar harus dikeluarkan untuk membeli perangkat
teknologi informasi. Tidak memiliki teknologi informasi, berarti tidak dapat bersaing
dengan perusahaan multi nasional lainnya, alias harus gulung tikar.
Hal terakhir yang paling memusingkan kepala manajemen adalah kenyataan bahwa
lingkungan bisnis yang ada pada saat ini sedemikian seringnya berubah dan dinamis.
Perubahan yang terjadi tidak hanya sebagai dampak kompetisi yang sedemikian ketat,
namun karena adanya faktor-faktor external lain seperti politik (demokrasi), ekonomi
(krisis), sosial budaya (reformasi), yang secara tidak langsung menghasilkan kebijakankebijakan
dan peraturan-peraturan baru yang harus ditaati perusahaan. Secara operasional,
tentu saja fenomena ini sangat menyulitkan para praktisi teknologi informasi dalam
menyusun sistemnya. Tidak jarang di tengah-tengah konstruksi sistem informasi, terjadi
perubahan kebutuhan sehingga harus diadakan analisa ulang terhadap sistem yang akan
dibangun. Dengan mencermati keadaan ini, jelas terlihat kebutuhan baru akan teknologi
informasi yang cocok untuk perusahaan, yaitu teknologi yang mampu adaptif terhadap
perubahan. Para praktisi negara maju menjawab tantangan ini dengan menghasilkan
produk-produk aplikasi yang berbasis objek, seperti OOP (Object Oriented
Programming), OODBMS (Object Oriented Database Management System), Object
Technology, Distributed Object, dan lain sebagainya.
PERUBAHAN POLA PIKIR SEBAGAI SYARAT
Dari keempat era di atas, terlihat bagaimana alam kompetisi dan kemajuan teknologi
informasi sejak dipergunakannya komputer dalam industri hingga saat ini terkait erat satu
dan lainnya. Memasuki abad informasi berarti memasuki dunia dengan teknologi baru,
teknologi informasi. Mempergunakan teknologi informasi seoptimum mungkin berarti
harus merubah mindset. Merubah mindset merupakan hal yang teramat sulit untuk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar